Kinerja Investasi Pribadi untuk 6 bulan ini masih tidak memuaskan, dan masih dibawah kinerja dari fund fund reksadana. Tetapi untuk Q2 2015 (3bulan) cukup berhasil memperbaiki kinerja dibanding fund lain karena dari strategi menjual saham dan memegang kas.
Penurunan kinerja dari dana kelolaan saya kebanyakan karena banyaknya saham komoditas dari dana kelolaan dan turunnya harga saham GJTL dan ERAA yang hampir turun 50% dari pembelian saya. Saya mungkin terlalu optimis dari sektor batubara melihat dari sudah tertekan sekali harga batubara. Dapat dilihat dari banyaknya perusahaan batubara mengoptimalkan cadangan batubaranya dan menurunkan stripping costnya. Hingga PT Harum Energi sampai menghentikan beberapa tambang batubaranya, walaupun perusahaan batubara lainnya masih dapat mengefisiensikan operasinya. Saya memegang PTRO dan ITMG dalam dana cukup besar. Saya masih cukup optimis dengan saham saham pilihan saya. Untuk GJTL dan ERAA sebenarnya merupakan kesalahan saya karena kurang mengeksploitasi terlebih dahulu sebelum membeli. Pembelian memang berdasarkan analisa dan pembacaan blog blog investasi lainnya. Tetapi ERAA saya mulai menyicil kembali setelah mempertimbangkan dan menganalisa lebih jauh. Untuk GJTL sementara saya hold.
Kesimpulan
Kinerja masih belum bagus dan untuk 3 bulan lalu saya masih mentradingkan beberapa saham banking. Yang akibatnya sangkut di BBNI di harga 6100/saham. Masih memegang kas sebesar 30% dari total dana. Sehingga mau kemanapun indeks saya cukup menikmatinya. Mulai akan menambah kepemilikan di beberapa perusahaan yang saya rasa memiliki competitive advantage.
Showing posts with label Kinerja Investasi Pribadi. Show all posts
Showing posts with label Kinerja Investasi Pribadi. Show all posts
Sunday, July 12, 2015
Tuesday, April 21, 2015
Kinerja Investasi Pribadi Jan - Maret 2015
22 April 2015
Penulis mencatatkan kinerja tiap akhir bulan yang dimulai
dari tahun 2014 bulan Mei dan memulai belajar investing ala
value di bulan akhir
Agustus 2014. Jadi untuk kinerja value investing belum ada hasilnya. Setelah membaca
beberapa buku tentang value investing saya menyadari ada kesalahan yang saya
lakukan yaitu value investing itu bukan melihat saham saham murah secara
valuasi atau hanya melihat PER dan PBV, anda pasti akan terjebak seperti saya. Value investing itu sebenarnya lebih kompleks
dan saya akan mencoba untuk menshare kesalahan kesalahan saya dan pandangan
saya dalam saham saham yang saya pegang maupun yang lagi saya perhatikan di artikel selanjutnya. Sebenarnya
penulis ingin mempelajari lebih dalam lagi tentang value investing sebelum
menerapkannya, tapi apaboleh buat saya harus belajar sambil mengambil resiko
tersebut. Sampai akhir Maret 2015, saya menyisahkan kas 27%. Sampai sekarang saya sendiri masih melakukan trade jangka pendek. Dan ada beberapa saham yang saya memang hold untuk jangka panjang setelah menganalisa lebih lanjut. Sehingga kinerja yang anda lihat tidak sepenuhnya hasil dari value investing. Tapi penulis pasti akan berusaha lebih kuat lagi untuk mencari peluang value investing.
Berikut kinerja
dan sektor portfolio saya:
Jika anda lihat porfolio saya di bulan Agustus 2014- Desember 2015, saya cukup beruntung karena sebenarnya saya belum begitu memahami bagaimana cara investasi yang betul (sampai sekarang juga masih proses belajar). Sebelum Agustus 2014, hasil itu merupakan hasil trading dengan hanya membaca chart dan volume.
Baiklah mari saya bahas apa yang saya lakukan di Januari - Maret 2015
1.Trade jangka pendek dalam saham INTP dan SMGR karena penurunan dari
akibat turun Rp 3000/sak ( dana dipakai 15% dari total) keuntungan 3.7%
2. PGAS 20% dari portfolio, rata rata harga Rp
5350/saham .Rencananya trade jangka pendek, tapi sayangnya penulis melanggar
janji dan terbius akibat dari label yang diberikan kepada saham tersebut (Kata
banyak orang SAHAM DEFENSIF) . Saya menyalahkan diri saya sendiri mengapa harus
tergiur(karena saham ini merupakan LQ45 dan turun sewaktu teman teman LQ45 nya
sedang naik dan kinerjanya FY 2014 sebenarnya tidak seburuk isu yang dikeluarkan)
dan jujur saja pada saat itu penulis memegang hampir 40% kas dan binggung mw
diapakan. Pelajarannya sungguh bagus yaitu lebih baik memegang kas daripada
menspekulasi dengan dana yang besar. Dan saham inilah yang membuat kinerja
jan-maret 2015 menurun cukup dalam
3.UNTR mulai menyicil menjualnya di harga Rp 22.000
dan menyisahkan 1/3 dari pembelian sementara. Alasan menjual karena menganti saham tersebut dengan saham yang masih wajar menurut saya.
4.KDSI, menjual sedikit dan menggantikannya saham yang
lain.
5. PTRO menyicil membeli setelah yakin dalam hasil
analisa.
Catatan: Saya tidak merekomendasi untuk membeli dan menjual sebuah saham. Yang saya tampilkan ada hasil dari trade saya. Tujuan tulisan ini agar saya dapat mereview kinerja saya sendiri dikemudian hari dan mungkin pembaca dapat memetik suatu pembelajaran.
Investment in your hand!
Subscribe to:
Posts (Atom)


