Sunday, April 19, 2015

Trading vs Investing

Apakah anda seorang trader atau investor? mungkin kalau ditanya, jawabannya adalah emang gue pikirin. Kalau da cuan ya jualkalau masih belum cuan ya hold aja (alias sangkut). Lagipula saya beli toh LQ45.  Jika anda membeli saham apakah anda tergolong investor atau trader? Maka anda harus paham apa yang dimaksud investor dan trader. Jadi sebenarnya arti trading itu adalah membeli dan menjual instrument finansial berupa stok, obligasi, komoditas dan derivatif. Sedangkan investasi menurut Mr Benjamin Graham adalah "An investment operation is one which, upon thorough analysis, promises safety of principal and an adequate return. Operations not meeting these requirements are speculative."  kira kira arti dalam bahasa indonesia adalah operasi analisa yang tajam, menjanjikan keamanan modal dan hasil yang cukup. Selain diluar operasi tersebut adalah spekulasi. Contoh=Jadi jika anda membeli perusahaan A Rp 100/saham setelah meniliti dengan cermat. Tiba tiba dalam bulan berikutnya harga saham tersebut melonjak menjadi Rp 200/saham dengan beberapa alasan dan menunjukan overvaluation. Apa yang anda lakukan? Jika penulis tentu akan menjualnya dan menukarkan ke saham yang harga memiliki harga wajar. Terus jika anda menjual apakah anda seorang investor atau trader. Maka jawabanya anda adalah investor dan trader yang pandai. Tapi jika anda membeli perusahaan karena anda merasa sahamnya besok akan naik. Maka anda adalah spekulator.

Poinnya adalah jika anda meneliti dan mengupas ngupas apa yang anda di perusahaan dan merasa harga tersebut wajar. Maka anda adalah investor, ketika anda jual maka anda dapat disebut trader karena anda memperjualbelikan saham. Tapi jika anda tidak melalukan analisa yang mendalam, dan melakukan pembelian karena alasan si bapak itu aja beli dan mengatakan minggu depan ada yang goreng atau alasannya adalah saya lihat saham ini sudah jenuh jual dan saya coba untuk membeli apabila saham tersebut turun 3% maka saya akan jual (cutloss) . Maka anda adalah spekulator. Jika anda tanya seorang investor mengapa dia membeli saham perusahaan tersebut maka dia dapat menjelaskan apa yang perusahaan  tersebut miliki, bentuk asset apa saja yang likuid, dan bagaimana kualitas dari laba perusahaan tersebut. Dan bisa bisa investor juga dapat bercerita bagaimana mumpuni nya management dalam menghadapi krisis krisis yag dialami. Investor lebih menjelaskan apa yang ada di perusahaan saat ini ketimbang prospek apa yang akan perusahaan dapatkan dan asumsi asumsi yang tidak wajar. Karena prospek dan asumsi belum tentu benar.

Kritik dan masukan yang tajam dengan bahasa sopan tentu dapat memajukan kita semua.

Investment in your hand!

References
http://en.m.wikipedia.org/wiki/Benjamin_Graham
http://en.m.wikipedia.org/wiki/Trader_(finance)

No comments:

Post a Comment